Entah hantu apa lagi yang ngerasukin diri seorang Ayah dari 3 orang anak ini. Padahal hantu ini udah menghilang dan leyap dari bumi karya Sehati lebih dari setahun atau dua tahun yang lalu. Dan sekarang, hantu ini muncul lagi ngerasukin Ayah tersayang.
Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah. Ayam. Ayah.
Oke, belum ada sebulanan ini, Ayah ternak ayam lagi. Mungkin bukan untuk yang pertama kali dalam kedipan mataku. Udah beberapa kali juga Ayah pernah ternak ayam. Tapi yang ini memang bikin gondok dan baru kali ini lah aku curhat tentang ayam di blog yang dulunya penuh dengan postingan SPINK ini.
Sekitar lebih dari 50 ekor ayam diternak di rumah. Rata-rata masih ayam kecil yang tanggung. Cuma ada 2 betina dan 1 jantan dewasa dengan jengger rose di kepalanya. Sebelum beli ayam itu, Mama pernah bilang sama Ayah untuk buat kandang ayam di halaman belakang yang terbilang cukup luas supaya pas udah dibeli ntar, ayamnya gak beserak kesana-kemari mencari alamat palsu. Yaaahhh tapi emang dasar Ayah yang keras kepala (keturunan, dan sekarang nurun ke aku -_-) gak di-indah-kan-nya-lah nasihat Mama tersayang itu. Alhasil??? Baca repetanku di paragraph berikutnya.
AAAAYYYYYAAAAAMMMMM!!!!!!!! PLAAAKKKK! BUUUKKKKK! KEDEBAAAMMMM!!!! POOOKKKK POOOKKK POOKKKK POOOKKK!!! AAAAAAA!!! MAAAAAMMMMAAAA!!!! AAAARRRRRRGGGHHHHH!!! AYAH AYAMMU INI YAAAHHHH!!!!!! AAAAAAA !!! PLLLLAAAAAKKKK! HIIIAAAAATTTT!!!! TAAAAAARRRRR!!!! MIE SEDAP AYAM SPESIAL! PPPOOOOKKK POOOOOKKK POOOKKKK!!!
Itulah bunyi yang kedengeran hampir tiap pagi. Tau itu bunyi apa? Yap! Bener! Itu suaranya Chelsea Olivia pas ada di sebuah iklan mie instan. BUUUKKKAAAANNNN!!!!!!!!! Ohiya! Bukan itu deng. Itu ilustrasi bunyi sapu yang mendarat tepat di badan seekor ayam jantan berdaging tebal yang tertutupi bulu-bulu berwarna merah-hitam-coklat (ilustrasinya lebay dikit). Hampir tiap pagi pas aku lagi beresin rumah yang sekarang lebih sering di-iden-ti-fi-ka-si-kan kayak kandang ayam sama Mama, gagang sapu ijuk berwarna hijau tosca itu ku lemparkan ke ayam-ayam yang sangat disayangi Ayah tersayang :(. Oke oke, jangan kalian anggap kalau aku udah ngelanggar Hak Azasi Ayam karena nyiksa ayam YANG JELAS BERDOSANYA SAMA AKU. Faktanya, ayam-ayam itu yang nyari gara-gara duluan sama gadis berusia 17 tahun 10 bulan mendatang ini.
Di paragraph ke-4 aku udah paparin, ‘Sebelum beli ayam itu, Mama pernah bilang sama Ayah untuk buat kandang ayam di halaman belakang yang terbilang cukup luas supaya pas udah dibeli ntar, ayamnya gak beserak kesana-kemari mencari alamat palsu…’. Terus, di kalimat berikutnya, ‘…tapi emang dasar Ayah yang keras kepala (keturunan, dan sekarang nurun ke aku -_-) gak di-indah-kan-nya-lah nasihat Mama tersayang itu…’ daaaannnn di kalimat berikutnya lagiiiiiii, ‘Alhasil???’. ALHASIL???!!! Seekor ayam jantan dan betina bergentayangan ke halaman depan saking GALAUnya lah mereka berdua itu. Yang betina satu lagi jagain anak-anaknya di halaman belakang. Itupun kandang ayamnya berdiri segan roboh tak mau. Yang sangat teramat sekali buat silap adalah yaitu antara lain karna ayam-ayam yang tak berperikemanusiaan (karna mereka ayam, yang mereka punya berperikeayaman) ini pup sembarangan! PUP weee PUP! Oke, mungkin kalian kira aku lebay dengan sebuah-dua buah pup yang dihasilkan dua ekor ayam panggang ini. Jujur emang iya, aku lebay. Tapi itu kenyataan. Kalo ngeliat ada pup ayam itu, rasanya kayak jambul khatulistiwa-nya Syahrini lepek, terus rontok semua!!! Rontok! Iya, kepalanyanya gundul! Bayangin! Kek gitu lah rasanya ngeliat ada pup ayam di teras rumah yang tak berbentuk teras ini lagi. Bukan berarti aku ngatain kalau jambulnya Syahrini kayak pup ayam ya._.v Yang lebih nyesek, pas aku baru siap beresin rumah dan ngepel, eeehhhh semena-mena saja 2 ekor ayam itu masuk tanpa mengucap Assalamualaikum sebagaimana diajarkan dalam agama. (dasar ayam tak punya agama! :p) Dan dengan sudah diduga…..PUP lah mereka di dalam rumah yang kata orang sih istana bagi kita sendiri. Setelah lega dengan pup-nya, maka dengan relaxnya lah mereka mengepakkan sayap yang penuh dengan pasir dan abu ke seluruh penjuru teras. Dan dengan seikhlas hati gondoknya ku bersihin juga lah lagi rumah sambil ngejar-ngejar ayam dan bawa sapu dan terdengar lah suara poookkk poookkk poookkk si ayam seolah mengadu sama Ayah kalau mereka lagi ku siksa ._.v (ampuuunnnn Ayaaahhh). Mereka (ayam-ayam ini) gak cuma pup di teras doang, mereka juga pup di halaman, di garasi, di motor ku (˘̩̩̩╭╮˘̩̩̩) dan tempat-tempat yang nyaman untuk pup bagi mereka aaaaaaarrrrggggh!
Saat ini, aku benci ayam.
Ayam! You are CHICKEN! You know?! YOU ARE CHICKEN!!!!! CHICKEN!!! CHICKEEEENNNN!!!!!!! Dasar CHICKEN lo ayam! Woooo CHICKEN wooooo!!! Gak malu ya lo dibilang CHICKEN?! Ya iyalah lo kan emang udah punya tampang CHICKEN dan nyali CHICKEN! Buat apa lo malu karena lo emang CHICKEN! -_________--“
Kadang sempat juga pernah mau memaki si ayam ini dengan kata-kata yang tak pantas dan harusnya tak terucap oleh gadis belia berumur 16 tahun lebih 2 bulan ini. Tapi setelah ku pikir-pikir, memang sangat teramat sekali kata-kata itu tak pantas diucapkan kepada si ayam. Cak lah, gimana coba mau memaki si ayam dengan kata-kata misalnya, maaf, A*JING LO AYAM! Atau BAB* LAH KO AYAM! Atau YOU’RE CHICKEN! DASAR CHICKEN LO!
Oke, kalimat makian pertama, sangat tidak mungkin. Karena jelas-jelas lah yang kita maki itu seekor ayam, dan kita menyebutkan hewan lain di dalam makian itu. Yang ada, si ayam malah bingung. Siapa yang lagi kita panggil? Si ayam atau yang lain? Kalau ayam yaaa ayam, jangan yang lain. Kalimat makian kedua juga sama kayak gitu. Jelas gak mungkin. Naaahhh kalimat makian ke-3 dan ke-4, sebenernya gak layak juga tapi ini lah paling memungkinkan kita untuk memaki si ayam. Karna jelaslah yang kita maki itu siapa dan jelas pula makian itu untuk siapa. Tapi jangan pulak kalian kaget pas bilang ‘YOU’RE CHICKEN! DASAR CHICKEN LO!’ dan si ayam menjawab, ‘Iya, emang gue CHICKEN. Trus masalah lo apa?’ Jamin deh di situ kalian bakal terdiam terpaku mendengar jawaban seekor ayam yang tak biasa bicara kini ngomong langsung ke kalian. Wayoooooo loooooo wayoooooo :O.
Dan satu lagi dendam dan bencinya aku sama ayam terbalaskan saat Ayah ku lagi bakar sate dan manggang ayam. Dalam hati aku bilang, ‘mampus ko, DIPANGGANG! HAHAHAHAHAHAHA *evil laugh*
Saat ini, aku suka ayam.
Gak selamanya aku benci sama makhluk hidup aves berkaki 2 ini. Ada saat dimana aku suka dan berteman baik dengan si ayam. Setelah 15 menit aku bilang, ‘mampus ko, DIPANGGANG!’, selanjutnya aku bakalan mengadahkan tangan dan berkata ‘Allahumma bariqlanaa fimaa razaqtana waqina adzabannar, amin.’ Dan jujur, saat itu muka ku langsung cerah dan berbinar-binar memandangi satu buah paha ayam besar dengan lalapan timun selada dan tomat yang segar serta nasi putih yang masih mengepul. Selamat makan (ˆ⌣ˆ)
w/ ♥
-me,
a girl who have fighting with chicken-





0 komentar:
Posting Komentar