Pikiran buat posting tentang ini udah
agak lama sih munculnya, tapi baru sempat dan dapet inspirasi yang alakadarnya
juga pas sekarang.
Enaknya gimana ya mau ceritanya?
Langsung ke inti atau dijabarin satu-satu dari awal? Eeuuum mulainya juga aku
gak tau nih mau dari mana -____-. Yaudah lah, yang bisa aku ceritain aja deh
menurut sudut pandang mata minus ini yaaak.
Ceritanya bermula dari sekitar 2 bulan
yang lalu. Once upon a time, ada kawan yang juga tetangga datang ke rumah kami
satu-satu. Menyampaikan kabar simpang siur yang awalnya juga aku gak yakin. Ada
undangan buat datang ke mesjid dekat rumah buat penyusunan remaja mesjid. Aku
enggeh-enggeh aja, dengan satu kalimat, ‘gak
janji dateng…’ dia kayaknya pasrah pas aku bilang kayak gitu. Trus dia
kembali berkelana kesana kemari tanpa alamat palsu.
Meeting
perdana, aku gak datang. Ada acara yang sebenernya gak harus sih, tapi
agak terpaksa datangnya. Untungnya sih
acara yang aku hadirin kemarin gak garing dan cukup menghibur. Hasil rapatnya
aku tanyain sama si @andinree dan Eka karena pas malemnya kami papasan.
Meeting
kedua, aku usahain aku dateng. Pas nyampe tempat tujuan, berasa kayak orang
baru aja di sana. Padahal baru sekali aja aku gak dateng dan yang aku hadapin
di sana sebenernya bukan orang-orang baru. Malahan di antara kami udah saling
tau dan saling kenal.
Wajar aja sih kalau di antara kami
semua udah banyak yang saling kenal karena kami semua itu teman. Lebih dari
teman yang baru aja jumpa karena kami adalah teman sepermainan. Yap. Sekitar
eeeeng…..6 tahun yang lalu. Kami selalu bersama dalam suka dan duka. Oke yang
ini lebay. Maksudnya, dulu kami itu teman, dan sekarang pun bisa dipastiin,
iya. Tapi dulu kami berteman dalam forum yang berbeda. Dan masalah yang
didiskusiin pun jelas beda, dan yang pasti bukan masalah demo kenaikan harga
BBM.
Dulu
forum kami itu madrasah yang dipimpin abi-abi yang sampe saat ini ngangeninnya
luar biasa. Sekarang, forum kami sebagai remaja mesjid yang lebih aktif,
dewasa, bertanggung jawab, dan unyu melampaui batas. Beda zaman. Beda forum.
Nginget
Abi-abi (panggilan untuk Ustadz yang ngajar kami di madrasah itu) yang
ngangenin, inget masa-masa pas masih jadi anak SD dengan tingkat kepolosan
mutlak. Inget kejadian-kejadian yang kami buat pas ngaji bareng dan waaaaw itu
satu kenangan yang jujur pengen aku ulang, apalagi inget Abinya.
Suatu
kebetulan atau gak, setelah bertahun-tahun kami gak jumpa atau gak ngobrol
panjang lebar secara langsung, sekarang kami bisa ngelakuin hal itu sama-sama
lagi. Lucu aja ngebayanginnya. Forum ini jadi kayak semacam wadah, bukan wadah
buat kobokan. Tapi wadah buat kami reuni. Hal yang gak pernah kami lakuin
selama 6 tahun kebelakang. Cerita tentang masa-masa bareng Abi-abi juga masa-masa
galau sekarang. Hahaha. Just have a lil
fun inside it.
Seenggaknya,
tanpa menyewa Tim Termehek-mehek pun untuk menyatukan dan mempertemukan kami
yang gak pernah bareng selama 6 tahun, IKRAM udah ngelakuin ini duluan dan jauh
lebih mulia. Just like it’s name O:].
Waw.
IKRAM, Ikatan Remaja Mesjid Al-Mukhlisin, it
seems like a childhood reunion. Thanks IKRAM.
w/ ♥
-me,
Having a lil childhood reunion
With may childhood friends-




