Sabtu, 31 Maret 2012

I LOVE THEM ♥


Never been ‘we were’ but always be ‘we are’









Belakangan emang tulisan ku penuh sama G-ness yang bahasa sakralnya kegalauan. Emang kalau ditelaah sama BMKG, 70% dari blog ini tuh isinya galau semua. Dan kayaknya aku masih jadi nominasi Duta Galau barengan sama Pinak dan Sekar. Rasanya kalau satu postingan itu gak galau, aku berasa diarak keliling kota nyaksiin kericuhan demo diangkat pake sling trus diangkut pake balon udara bentuk 23! Sangat super. Jadi, untuk peringatan awal, jangan heran kalau postingan kali ini juga merefleksikan aku yang lagi galau.

          Well, beda dong. Hari ini aku galau bukan karena dia, tapi mereka. Ngitung hari yang tersisa bareng mereka itu kayak ngitungin biji cabe yang ada di satu bungkus maicih ukuran 23 kilo. Meskipun hari yang kami punya tinggal sikit lagi, tapi aku selalu kalap ngitungnya, gak pernah berhasil. Aku gak pernah bisa sesukses Dora the Explorer yang selalu berhasil menuntaskan masalah hitung-hitungan papan jembatan yang hilang karena dihembus sama Swiper. Mungkin juga aku yang gak mau bisa lulus ngitung hari-hari sisa, takut makin galau kalau diperdalam lagi. Kalau aku sadar berapa sisa hari yang kami punya, rasanya itu kayak ketusuk bambu runcing, dimaki sama Belanda, trus diselamatin sama si Pitung yang akhirnya buat aku sekarat juga gara-gara lalap mikir kalau si Pitung itu David Archuleta. Ah. Awkward. Kadang aku ngerasa belum puas atau kadang malah nyesel karena gak bisa ngabisin waktu 3 tahun secara maksimal. Atau mungkin juga aku yang gak sadar udah ngelakuinnya dengan maksimal. Dan aku juga heran, kapan aku pernah sadar? Perasaan tiap kali nulis, aku selalu dibawah bimbingan hal-hal yang gak sadar.





    


   










          We love us.
          We adore us.
          We apreciate us.
          We believe us.
          We know us.
          We understand us.
          We have fun together with us.
          We have been doing super extraordinary things that made anyone who sees it is envy with us.
          We are friends.
          We are bestfriends.
          We are family.
          We are sisters another brothers and brothers another sisters.
          We are unity.

















          Waktu 3 tahun bareng-bareng emang terasa gak adil dibandingin sisa beberapa hari lagi. Kejadian-kejadian yang cuma kami yang bisa ngelakuinnya itu……aaarrrggghhh!!!I don’t have any word to descript it! Wordless. Un-imagine-able.

          Aku ngerasa bahagia ada di antara mereka. Bukan menjadi satu yang menonjol di antara semua, tapi satu yang sama dengan mereka. Kami saling menerima satu sama lain. Dengan cara kami masing-masing untuk menerima dan diterima masing-masing pula. Gak butuh satu hal yang sangat sungguh berlebihan untuk mencari perhatian mereka, karena mereka sudah memperhatikan dengan sejumput pengertian dan kemudian diaduk hingga merata menjadi satu ketulusan dalam berteman, bersahabat, dan berkeluarga.

          Mungkin aku bakal ngerinduin gimana cara mereka nerima suara yang melengking ini atau ke-addict-kan ku terhadap 23 yang menurut sebagian orang itu jauh di atas orang normal yang lebay. Ya, mereka menerima kelebayanku…juga keimutan dan kelucuan yang terpancar cerah dari ku juga pastinya *tusuk pake tusuk sate yang dirakit jadi samurai*. Gak perlu usaha yang sangat keras dan lebay untuk diakui jadi bagian di antara mereka, bagian di antara kami.

          Yang cuma mandang dari luarnya aja, apalagi sebelah mata ditutup pake kacamata kuda, pasti gak ngerti gimana kami sebenernya. Mungkin ini juga bukan waktu yang tepat untuk  mengungkapkan identitas kami yang sebenernya. Juga bukan tempat yang bagus buat nge-teh sariwangi. Karena gak mungkin dalam waktu dan di tempat ini juga aku bilang kalau kami semua adalah jelmaan Ultraman yang bakal ngebasmi monster laba-laba. Kami gak mau kalau identitas kami itu ketauan. Jadi, jangan bilang siapa-siapa ya. Ini rahasia. ;)

          Well, bagi yang menilai kami itu kompak luar biasa dan tanpa ada perdebatan, kalian salah. Mohon maaf, nilai dikurangi satu. Bagi kalian yang menilai kami selalu berdebat dalam hal kecil sekalipun, kalian juga gak bener. Aku heran, kok kalian bisa kompakan gitu sih mikirnya? Sama-sama salah, sama-sama gak bener, sama-sama minus satu. Ada apa dengan kalian? Sesuatu? Jadiiii, gak ada yang sempurna kan?! Walaupun kekaguman membuat satu hal menjadi sempurna. Gitu juga kekompakan kami pas nampilin yel-yel 17an atau ngedukung tim futsal kapanpun berjuang di medan pertempuran. Baik dengan cara dateng langsung ke TKP atau nyumbang seikhlas hati-500 perak- demi menutupi bayaran sewa lapangan futsal. Sesungguhnya selalu ada ketidaksepahaman di dalamnya.
          Gitu pula pas kami berdebat nentuin isomer senyawa kimia atau persamaan reaksi redoks yang bisa-bisa ngebuat aku minum larutan fenol gara-gara debatnya gak siap-siap. Ketahuilah bahwa ada satu nilai kebersamaan di sana. Kebersamaan dalam musyawarah demi hasil yang terbaik dan zat kimia yang aman bagi kulit.

          Sebanyak-banyaknya tugas yang dikasih guru-guru buat nuntasin nilai UAS, itu semua dikalahin sama banyaknya masalah yang kami terima lewat kotak pos kecil di hati. Masalah apapun. Cibiran, sinisan, cemberutan bahkan ngambeknya seseorang.

          Siapa sih yang suka dibanding-bandingin sama orang lain? Coba deh, kamu yang lagi baca ini postingan, yang punya pacar pastinya…gimana sih perasaan kamu kalau kamu dibandingin sama mantannya pacar kamu? Atau sama orang lain? Pasti nyesek kan? Pasti ngedumel kan? Pasti pengen nabrak pacar kamu pake truk holcim saat itu juga kan?! Tapi sayang saat itu gak ada truk holcim, jadi pacar kamu selamat. Begitu juga kami yang cuma manusia biasa dengan keimutan luar biasa. Walaupun ada maksud tersirat saat orang-orang yang berada di kasta di atas kami (kami pelajar diatasnya adalah…) ngebandingin kami sama orang lain yang kastanya sejajar sama kami. Maksud tersirat yang berguna bagi kehidupan di masa yang akan datang.

          Terlepas dari orang yang kastanya lebih tinggi yang memang harus dihormati, kami juga punya sesuatu dengan orang-orang yang kastanya sederajat. Sinisan kek, cibiran kek, atau hal-hal yang ngejatuhin kami yang secara gak sadar mereka malah ngejatuhin diri mereka sendiri! Ckckck, yang sabar yaaaaaaaaahhh. Ultraman pasti membela yang benar kok hahah :p. oke, gak ada maksud apa-apa di sini. Biarin deh ada yang sinis, nyibir atau apalah tapi kami tetep pengen berteman kok. Bukan maksud sok mulia. Tapi kami apa adanya.

          Masalah bahkan ada yang datang dari orang sederajat kastanya yang satu pohon sama kami! Yap. Sebut saja teman sekelas. Di rumah pun, kita sering gak sepaham sama keluarga, gini juga kami, aku dan mereka yang udah jadi keluarga kedua. Pernah suatu sore, aku sama beberapa teman yang satu pohon lagi menyantap bebek goreng. Si kawan satu lagi makan gado-gado. Jadi yang paling enak dimintain itu yang makan gado-gado, karena gak ribet motong-motongnya lagi kayak bebek goreng. Oke, sebenernya gak ada urusannya sama bebek goreng yang lagi malam mingguan sama gado-gado.

          Jadi, setelah bebek goreng sama gado-gadonya habis, kami mulai kekenyangan. Ditengah kekenyangan yang melanda, kami pun akhirnya flashback ke kejadian-kejadian yang pernah kami alami bersama. Yang anehnya, pas kami menerawang tentang masalah itu, kami malah ketawa. Kayak ada Sule sama Andre yang lagi joget iwak peyek di dalam kejadian itu. Padahal, pas kejadian yang sebenernya waktu itu, suasananya sangat mencekam dan sekarang malah jadi lelucon saat kami menceritakannya ulang. Aku mikir, tumben sih aku mikir biasanya juga enggak -____-. Aku mikir gini, bisa gak sih kita tetep ketawa-ketawa kayak gini lagi 10 tahun mendatang, saat reuni dan nyeritain hal yang sama kayak gini lagi?!

          Aku terhenyuk. Diam menatapi jalan yang sudah mulai ramai dan langit yang mulai keunguan menandakan adzan dikumandangkan. Aku kembali terhenyuk lagi, melihat bill bebek goreng yang harus dibayar saat itu. Aku kembali ke dalam lantunan Graduation-nya VitaminC yang buat aku bener-bener……terhenyuk.

         
w/ ♥
-me,
…………-

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Credits

Diberdayakan oleh Blogger.